KOTA PURWOREJO

KOTA PURWOREJO

Setiap tanggal 5 Oktober diperingati sebagai Hari Jadi Purworejo. Peringatan Hari Jadi ini berdasarkan Prasasti Boro Tengah, dimana daerah Arahiwang yang berada di wilayah Bagelen ditetapkan sebagai daerah Perdikan atau Sima oleh pemerintah Mataram Hindu. Tepatnya oleh Dyah Sala, putra dari Rakyan Mahamantri I Hino Sri Daksotama Bahubajra patipaksana, yaitu Putra Mahkota Prabu Dyah Balitung Raja Mataram Kuno. Tahunnya adalah 823 Saka atau 901 Masehi tanggal 5 Oktober. Untuk memperingati Hari Jadi Purworejo setiap tanggal 4 dilakukan  prosesi mengenang kembali penetapan Arahiwang menjadi Sima di desa Boro Wetan dan tanggal 5 Oktober diadakan Kirab Tumpeng Ageng yang dipusatkan di Pendopo Kabupaten.

Tari dolalak merupakan tarian khas daerah Purworejo. Tari ini merupakan percampuran antar budaya Jawa dan budaya barat. Pada masa penjajahan Belanda, para serdadu Belanda sering menari-nari dengan menggunakan seragam militernya dan diiringi dengan nyanyian yang berisi sindiran sehingga merupakan pantun. Kata dolalak sebenarnya berasal dari notasi Do La La yang merupakan bagian dari notasi do re mi fa so la si do yang kemudian berkembang dalam logat Jawa menjadi Dolalak yang sampai sekarang ini tarian ini menjadi Dolalak. Tarian ini pernah dipentaskan di Istana Negara. Tarian Dolalak juga sering dipertunjukkan pada even-even hari nasional, hiburan pada orang yang punya hajat atau menyambut tamu yang datang ke daerah Purworejo.

Cokronagoro I membangun sebuah Masjid Agung di tengah kota sebagai pusat kegiatan ibadah sekaligus memberikan ciri Islamiyah, di sebelah barat alun-alun kota Purworejo, berdekatan dengan kediaman Bupati, sekarang bernama Masjid Darul Muttaqien. Masjid ini dibangun pada hari Ahad, tanggal 2 bulan Besar Tahun Alip 1762 Jawa, bertepatan dengan tanggal 16 April 1834 M. Dibangun dengan gaya arsitektur Jawa berbentuk Tanjung Lawakan lambang Teplok yang mirip Masjid Agung Keraton Solo, bahan-bahan tiang utama  masjid ini berasal dari kayu jati bang yang mempunyai cabang lima buah dengan umur ratusan tahun dan diameter lebih dari 200 cm dan tingginya mencapai puluhan meter. Di atas tanah seluas kurang lebih 8.825 m2. Dipikirkan sarana “ mengundang “ jamaah hingga terdengar sejauh-jauhnya lewat tabuhan bedug merupakan tujuan dari Cokronagoro I yang memerintahkan pembuatan Bedug dengan ukuran sangat besar, maksudnya agar dentuman bunyi bedug sebagai panggilan waktu sholat umat muslim untuk berjamaah di masjid ini. Ukuran atau spesifikasi bedug ini adalah : Panjang 292 cm, keliling bagian depan 601 cm, keliling bagian belakang 564 cm, diameter bagian depan 194 cm, diameter bagian belakang 180 cm. Bagian yang ditabuh dari bedug ini dibuat dari kulit banteng. Tahun 1837, bedug terbesar ini rampung dibuat dan diletakkan di dalam Masjid Agung Kabupaten Purworejo(sekarang Masjid Darul Muttaqien). Bedug raksasa yang telah dicatat sebagai situs sejarah yang turut memberikan makna bagi perkembangan Islam di tanah Jawa.

Museum Tosan Aji terletak di Jalan Mayjend Sutoyo, sebelah Selatan Alun-alun Purworejo. Di museum ini tersimpan berbagai macam keris dan tombak yang berasal dari masa Majapahit hingga sekarang. Selain itu juga tersimpan Yoni dan Lingga serta benda-benda cagar budaya prasejarah. Setiap tanggal 1 Muharram atau 1 Sura ditempat ini dilaksanakan Jamasan Tosan Aji yang dilanjutkan dengan kirab benda-benda pusaka di kota Purworejo dan Ruwatan Bersama yang dapat diikuti oleh masyarakat luas.

Sarwo Edi Wibowo adalah salah satu tokoh nasional kelahiran Purworejo. Beliau dimakamkan di Kelurahan Pangen Juru Tengah Kecamatan Purworejo, tepatnya 1 km sebelah Barat Alun-alun Purworejo. Salah satu puteri beliau yaitu Ibu Ani Yudhoyono sekarang menjadi Ibu Negara RI.

Stasiun dengan gaya arsitektur dan dukungan teknik dari jaman penjajahan Belanda ini masih berfungsi dengan baik hingga kini. Stasiun Purworejo masih melayani pemberangkatan ke Stasiun Kutoarjo pada pagi dan sore hari. Anda dapat pula menemukan makanan khas yang rasanya tak bisa ditemukan di tempat lain. Anda penasaran ?

Jika di masa hidup Anda hingga sekarang, Anda belum pernah sama sekali naik delman/dokar/bendi/andong/kereta kuda, di Jalan Pahlawan kota Purworejo dapat ditemukan tempat mangkalnya. Biaya berkisar Rp. 30.000,- untuk 1(satu) kereta kuda, Anda dapat mengelilingi kota Purworejo sekali putar. Selamat menikmati perjalanan keliling kota dengan senandung lagu delman. “Pada hari minggu, kuturut ayah ke kota, naik delman istimewa, kududuk dimuka ……….”

lihat video purworejo

DAERAH KECAMATAN KALIGESING

Kecamatan Kaligesing juga terdapat Potensi Hasil Ternak yaitu Hasil Ternak Kambing Etawa. Kambing Peranakan Etawa ( PE ) merupakan keturunan kambing Etawa asal India yang dibawa oleh penjajah Belanda, disilangkan dengan kambing lokal di Kaligesing. Pada saat ini kambing PE ini dikenal sebagai Ras Kambing Peranakan Etawa asli Kaligesing Purworejo. Saat ini, kambing PE menyebar ke berbagai wilayah di Kabupaten Purworejo bahkan keluar Purworejo( Kulon Progo, Kendal, Sidoarjo Jatim) dengan ciri khas kambing yaitu bentuk muka cembung, telinga panjang menggantung, postur tubuh tinggi (gumba) 90 – 110 cm, bertanduk panjang dan ramping. Kambing yang berkembang dengan baik menjadi panjang dan besar, warna bulu beragam belang putih, merah coklat, bercak-bercak hitam atau kombinasi ketiganya, dan paha bagian belakang terdapat bulu yang lebat dan panjang.

Daerah kaligesing, yang tidak kalah menarik adalah bagi anda pecinta buah durian. Daerah Kaligesing memiliki areal tanaman pohon durian yang luas dan sudah sedemikian lama sehingga pohonnya juga besar-besar, buahnya bervareasi dengan harga dalam jangkauan kantong kita(Rp.5000,- hingga Rp.35.000,-) tergantung kepintaran anda menawar harga.

Terdapat goa seplawan, yang terdapat di lereng bukit, dengan dilengkapi air terjun atau curug maka lengkaplah pemandangan alami yang tak bisa ditemukan di daerah perkotaan atau tempat lainnya. Goa Seplawan terletak di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing dengan jarak tempuh  + 20 km ke arah Timur dari pusat kota Purworejo dengan ketinggian 700 m dpl sehingga udaranya sangat sejuk. Goa ini memiliki ciri khusus berupa ornamen yang terdapat di dalam goa, antara lain staklatit, staklamit, flowstone, helekit, soda straw, gower dam dan dinding-dindingnya berornamen seperti kerangka ikan. Keadaan sekitar goa ini sangat mengesankan dengan pemandangan alam yang begitu indah dengan flora antara lain lumut (di mulut goa), paku-pakuan dan panorama hutan pinus yang asri. Para pengunjung juga dapat menikmati taman bunga di sekitar goa. Panjang Goa Seplawan + 700 m dengan cabang-cabang goa sekitar 150-300 m dan berdiameter 15 m. Goa alam yang sangat menakjubkan ini menjadi semakin terkenal dengan diketemukannya arca emas Dewa Syiwa dan Dewi seberat  1,5 kg pada tanggal 28 Agustus 1979 yang sekarang arca tersebut disimpan di Museum Nasional Jakarta. Obyek wisata ini merupakan potensi wisata yang sangat digemari oleh  wisatawan, karena disamping keindahan obyeknya juga sudah dilengkapi dengan Gardu Pandang. Melalui Gardu Pandang ini kita nikmati panorama dengan latar belakang Gunung Kelir, bahkan saat cuaca cerah, kota Jogja terlihat jelas dari gardu ini.

Obyek wisata Curug Jeketro yang berupa air terjun ini terletak di Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing  11 km dari Purworejo ke arah Timur. Curug Jeketro berada diketinggian 240 m diatas permukaan air laut dengan tinggi air terjun 15 m. Potensi wisata ini masih alami dan cocok bagi wisata adventure. Keunikan dari Air terjun ini adalah jumlahnya sebanyak 3 buah yang masing-masing berjarak  200 m dari curug yang satu ke satunya lagi.

Obyek wisata yang terletak di desa Ketawang, Kecamatan Grabag  + 18 km dari Purworejo ini merupakan pantai tradisional yang sangat indah dengan deburan ombak laut Selatan. Jika anda turun di Stasiun Kutoarjo maka anda bisa naik Bus Kutoarjo-terminal Ketawang(Rp. 4000,-) dan dilanjutkan dengan sepeda motor ojek(Rp.5000,-) ke Pantai Ketawang yang berjarak kurang lebih 1.5 km dari terminal bus Ketawang.

Terletak di Desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi yang berjarak + 18 km dari pusat kota Purworejo. Pantai Jatimalang merupakan potensi wisata alam keindahan Laut Selatan. Akses masuk ke potensi wisata Jatimalang ini sudah dilengkapi dengan beberapa sarana dan prasarana seperti jalan hotmik sampai tepi pantai, bangunan gasebo, tempat pelelangan ikan (TPI) dengan beberapa perahu penangkap ikan dan beberapa rumah makan yang menyajikan sajian ikan bakar segar dari tangkapan para nelayan setempat.

Masjid yang didirikan pada tahun 1618 ini berarsitektur tradisional Jawa dengan atap tajuk tumpang satu. Konstruksi kayu serta Gonjo Masjid Santren sama dengan yang ada di Masjid Menara Kudus dan Masjid Kajoran Klaten. Masjid yang dibangun sebagai hadiah dari Sultan Agung atas kesetiaan ulama besar di daerah  Bagelen yang bernama Kyai Baidlowi terhadap Mataram dalam menghadapi penjajah Belanda.  Atas jasanya yang demikian besar tersebut, oleh istri Sultan Agung (yang memerintah saat itu) beliau dibangunkan sebuah Masjid sebagai hadiah. Yang menarik masjid ini diarsiteki oleh Khasan Muhammad Shuufi (seorang arsitek kenamaan kala itu). Dari latar belakang itulah tercatat Masjid Santren sebagai masjid tertua di Bagelen yang dibanggakan.

Benteng Pendem terletak di perbukitan Dukuh Kalimaro, dusun Bapangsari, Krendetan, Kecamatan Bagelen dengan ketinggian 200 m dpl. Benteng Pendem merupakan benteng peninggalan tentara Jepang yang dibangun pada tahun 1945 dengan jumlah keseluruhan 29 buah. Tujuan dibangun-nya benteng ini adalah sebagai tempat pertahanan dan pengintaian Jepang dalam menghadapi musuh, terutama yang datang dari arah Selatan. Obyek ini didukung dengan panorama yang indah dan sarana transportasi yang mudah dijangkau dengan lokasi.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: