ABSTRAK

    Mikrokontroler, sebagai suatu terobosan teknologi mikroprosesor dan mikrokomputer, hadir memenuhi kebutuhan teknologi baru. Pengunaan Mikrokontroler sebagai alat untuk membantu dalam mewujudkan sistem yang berjalan secara otomatis. SMS yang merupakanan satu fasilitas yang umum dimiliki oleh semua operator GSM, menjadikan biayanya relatif murah. Kebutuhan akan keamanan rumah yang ada saat ini semakin meningkat sejalan dengan bekembangnya teknologi modern ini. Maka penulis membuat sistem keamanan yang mampu untuk menditeksi adanya gerakan dan perubahan cahaya yang ada di dalam rumah dan memberitahu pemiliknya melalui SMS dan membunyikan Sirene.

Latar Belakang

    Sistem keamanan lingkungan merupakan sistem perlindungan bagi warga di lingkungan dan sekitarnya dari gangguan kejahatan baik yang datang dari luar lingkungan ataupun dari dalam lingkungan itu sendiri. Sistem keamanan lingkungan yang baik harus dimulai dari lingkungan yang terkecil kemudian berlanjut dan terintegrasi antar sistem keamanan lingkungan kecil dengan sistem keamanan lingkungan yang lebih besar. Sistem keamanan lingkungan yang terkecil adalah sistem keamanan pada rumah.

    Sebuah sistem keamanan lingkungan akan baik, jika setiap rumah dalam lingkungan tersebut telah memiliki sistem keamanan yang baik. Hal itu akan memperkecil ruang gerak kejahatan pada lingkungan tersebut, sehingga setiap kejahatan yang muncul dapat langsung dideteksi lebih awal. Sistem keamanan pada sebuah rumah terbagi atas dua jenis, yaitu:

1. Sistem keamanan manual, yaitu sistem keamanan dimana proses pengamanan tidak melibatkan teknologi, seperti kegiatan ronda oleh penghuni rumah, pemasangan gembok atau rantai dan lain sebagainya.

2. Sistem keamanan otomatis, yaitu sistem keamanan dimana proses pengamanan menggunakan teknologi, seperti pemasangan sensor gerak, pemasang sensor

panas, alarm, pemasangan sensor infra merah dan lain sebagainya.

    Seiring dengan perkembangan pada dunia teknologi yang semakin pesat terutama bidang teknik elektro, maka penggunaan sistem keamanan otomatis telah menjadi pilihan pada saat ini, selain biaya yang dibutuhkan tidak terlalu mahal serta pengoperasiannya tidak terlalu rumit bagi orang yang masih awan terhadap teknologi tersebut. Isu keamanan pada kehidupan saat ini terus menjadi perhatian, karena tingkat kejahatan serta bentuknya setiap tahun selalu meningkat, sehingga sistem keamanan lingkungan dan sistem keamanan rumah akan sangat menarik sebagai bahan proyek akhir, terutama dengan penggunaan sistem keamanan otomatis.

Faktor pendukung kerja sistem

    Di jaman yang modern ini kita telah di kenali oleh berbagai macam farian teknologi, dan oleh karena itu saya akan memanfaatkan teknologi yang sudah ada tersebut untuk dikembangkan menjadi sistem kontrol keamanan, berikut teknologi pendukung yang kami usung,

  • SMS (Short Message Service)

SMS adalah suatu layanan yang diberikan oleh operator telepon seluler. SMS pertamakali di gunakan pada GSM (Global System for Mobile Communication) sekarang SMS teknologi juga diterapkan pada CDMA (Code Division Multiple Access ).

Seluruh Operator GSM maupun CDMA sekarang dapat melakukan pengiriman maupun penerimaan SMS lintas Operator yang berbeda. Dengan adanya SMS lintas operator ini seluruh masyarakat Indonesia dapat berkomunikasi melalui SMS lebih mudah.

  • Hadware

Pada rangkaian sistem keamanan ini terdapat 7 buah Konektor untuk menerima inputan dari sensor, dan 7 buah Lampu indikator apabila sensor ada yang aktif. Pada sistem On/Off nya terdapat 2 tombol yaitu tombol 1 untuk mematikan alarm dan tombol 2 menghidupkan alarm.

Pada sistem komunikasinya digunakan 2 jalur data serial yang telah tersedia dari mikrokontroler yaitu TX dan RX.

Serta terdapat sirene bila alarm aktif akan berbunyi.

  • Software

Dalam perancangan softaware sistem keamanan ini dibagi menjadi 5 tahap, yang masing masing tahap memiliki fungsi yang berbeda. Hasil dari tiap tahap berfungsi sebagai input untuk tahap selanjutnya. Lima tahap perancangan itu sebagai berikuti :

  • Perancangan sistem On-Off Alarm

Pada sistem ON-OFF alarm ini di gunakan dua buah procedure yang namanya Procedure ON dan Procedure OFF.

  • Perancangan sistem pengecekan input

Pada sistem pengecekan ini digunakan sebuah procedure yang namanya procedure pengecekan_input.

  • Perancangan sistem sirene

Pada sistem sirene ini digunakan dua procedure yang namanya procedure sirene_on dan procedure sirene_off.

  • Perancangan sistem pengambilan nomor telepon di HP.

Pada sistem merupakan procedure pengambilan nomor telepon secara otomatis

  • Perancangan sistem pengiriman SMS

Perintah berikut ini digunakan agar Hand Phone dapat mengirimkan SMS.

Berikut ini adalah sub-rutin procedure pengiriman SMS :

    Dalam konsep sistem ini di haruskan memenuhi beberapa aspek tertentu agar di dalam prosesnya akan dilakukan secara sistematik, berikut ketentukan dalam kinerja sistem

  • Konfigurasi Nomor Telepon

    Nomor telpon yang digunakan sebagai nomor tujuan dari pengiriman SMS harus diletakkan pada Phone Book nomor (Indek) satu. Karena nomor telepon pada indek nomor satu ini yang akan disimpan oleh mikrokontroler sebagai nomor tujuan pengiriman SMS.

Nomor telpon yang dimasukan kedalam HP tidak perlu menggunakan kode negara Indonesia Misal :

    +62818309673 à Ditulis 0818309673

Berikut ini adalah penulisan nomor telpon pada Phone Book nomor (Indek) satu :


Gambar 2. Penulisan Nomor Telepon di Phone Book Indek 1

  • Mengaktifkan Alarm

    Pada awal penggunaan, alarm harus sudah terkoneksi dengan HP melalui kabel data sebelum dihidupkan. Lampu indikator sistem akan menyala setelah mikrokontroler mendapat catu daya.


Gambar 3. Keadaan awal setelah mendapat Power Suply

Mikrokontroler akan mengambil nomor telepon dari Phone Book pada indek pertama.

Setelah selesai mengambil nomor telepon mikrokontroler akan mulai memeriksa setiap inputan dari kaki-kaki mikrokontroler yang terhubung dengan sensor. Lampu indikator sistem akan berkedip-kedip menandakan mikrokontroler memeriksa setiap inputan yang terhubung dengan sensor.

  • Pengujian

    Pada sistem alarm ini agar dapat mengetahui apakah sistem alarm ini dapat berjalan dengan baik, haruslah dilakukannya pengujian, dan bagian yang akan diuji pada sistem alarm ini adalah :

  • Sensor Gerak

Sensor ini diuji dengan memberikan input, melalui depan sensor tersebut. Input yang diberikan dengan melakukan pergerakan didepan sensor tersebut. Sensor gerak ini dapat saat diuji mengetahui adanya pergerakan sampai dengan jarak maksimum 6 Meter, dengan ketentuan didepan sensor tidak ada benda lain yang menghalangi sensor tersebut sejauh 6 Meter. Serta sensor ini dapat mengetahui pergerakan yang ada disampingnya sejauh 3 Meter dengan sudut maksimum yang dibentuk 55 derajat dari titik pusat sensor Sensor ini tetap efektif dalam mendeteksi adanya gerakan diruang gelap maupun terang

  • Sensor cahaya

Sensor cahaya ini menggunakan Light Dependent Resistor (LDR ). LDR sensitif terhadap perubahan cahaya, sensor ini diuji dengan memberikan input berupa perubahan gelap-terang cahaya. Saat pengujian ruangan gelap sensor tidak aktif , pada saat lampu dinyalakan sensor menjadi aktif.

  • Pengiriman SMS

Pada sistem pengiriman SMS diuji dengan memberikan input pada salah satu sensor, contoh : Sensor gerak pada ruang 1, di lakukan pergerakan disekitar sensor tersebut, maka sensor aktif dan mikrokontroler mengirimkan informasi berupa SMS melalui kabel data serial ke HP. Pada proses pengiriman SMS ini, SMS yang dikirimkan sampai ke penerima +/- 10 Detik setelah sensor aktif.

referensi :

https://www.google.co.id/sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&ved=0CDAQFjAB&url=http%3A%2F%2Fstorage.jak-stik.ac.id%2Fstudents%2Fpaper%2Fpenulisan%2520ilmiah%2F40400016%2FBab_1.pdf&ei=-gVYUbWCNc3IrQf3woGoAg&usg=AFQjCNFiNnucpZ4QJOYQmaQVkqNifZoo7A&sig2=Q1qo1pcpckwkYpInE74A”

https://www.google.co.id/sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=14&cad=rja&ved=0CIkBEBYwDQ&url=http%3A%2F%2Fwww.unsri.ac.id%2Fupload%2Farsip%2FYUDHI_HERIANSYAH.doc&ei=yglYUZnMGoLkrAfjy4CADA&usg=AFQjCNGJ1UbEOXCAQZOsh66aga_eBw3Flg&g2=ZlZasDpTwRojy0b6uhk24Q”