Terkait latar belakang saya adalah seorang teknisi listrik serta berorientasi pada bidang Pemanfaatan Tenaga Listrik , senantyasa saya mengamati Permasalahan pembangkit listrik nasional yang sangat tergantung pada bahan bakar fosil sangat rawan apabila ketersediaan minyak bumi dan batubara Indonesaia akan habis pada 10 – 25 tahun mendatang. Apalagi saat ini Indonesia semakin depisit energi (importir minyak dan gas). Pada sisi lain, sesungguhnya Indonesia mempunyai potensi ketersediaan energi luar biasa besarnya, yaitu sumber energi terbarukan, yang sering disebut sebagai energi alternatif berupa air (hidro, mini/mikro hidro), panas bumi, biomasa (limbah organik), sinar matahari (surya) dan angin. Sumber energi air yang telah dimanfaatkan untuk listrik hingga 14,2% (dari potensi 458,75 MW) dalam bentuk mini/mikro hidro, bentuk hidro 5,1% dari potensi setara 75,67 GW listrik, panas bumi 4,1% dari potensi 19,66 GW, biomasa 0,6% dari potensi 49,81 GW serta matahari dan angin masih di bawah permil dari potensinya. Potensi biomasa dari  pertanian saja tercatat dapat dihasilkan dari limbah produksi padi, jagung, ketela, bagas tebu, kelapa, kelapa sawit dan lain sebagainya, yang tersebar di seluruh wilayah produksi pertanian di Indonesia. Sebagai contoh dari industri kelapa sawit saja dihasilkan limbah biomasa sebesar 1.075 juta m3 pertahun, yang bila diolah akan menghasilkan energi setara dengan 516.000 ton LPG atau 559 juta liter solar atau 666,5 juta liter minyak tanah atau 5.052,5 MW listrik.

Terlalu banyak krisis listrik di Negara kita ini, sebagai contoh:

Krisis listrik di Pulau Lombok sangat sulit diatasi seiring dengan semakin tingginya kebutuhan energi listrik yang tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan yang memadai dari PLN. Jumlah pelanggan PLN wilayah Lombok Tahun 2008 adalah 209.161 pelanggan dengan daya terpasang sebesar 197,5 MW. Hal ini menyebabkan PLN Regional Mataram harus membeli listrik dari pihak ketiga sebesar 93.417.038 Kwh pada Tahun 2008. Harga Pokok Penjualan (HPP) PLN yang ditetapkan secara nasional adalah Rp 600,-/Kwh tidak sebanding dengan biaya produksi yang mencapai Rp 2.800,-/Kwh dengan pembangkit tenaga diesel (bahan bakar minyak). Kondisi inilah yang memperparah keadaan sehingga perkembangan penyediaan listrik PLN di wilayah Lombok sangat lambat.

Oleh karena itu saya bermaksud/berkeinginan membuat sebuah pembangkit listrik mini untuk setiap rumah , yang terlebih dahulu kita perkenalkan produk kita tersebut sehingga pada setiap daerah dapat menikmati/merasakan keunggulan sebuah energi listrik pada setiap pelosok pemukiman penduduk.

Ide ini saya peroleh dari prinsip kinerja Generator sebagai pembangkit Energi Listrik dengan syarat jika apa bila mendapat suatu gerakan sinkron pada suatu medan magnet maka senantyasa akan terjadi pembangkitan GGL induksi dalam bentuk suatu Energi Listrik, dan sedangkan Motor Listrik apabila mendapatkan suatu Energi Listrik maka Ia akan Terjadi Gerakan yang sinkron, yang intinya

GENERATOR                      = DARI GERAKAN MENJADI ENERGI LISTRIK

MOTOR LISTRIK     = DARI ENERGI LISTRIK MENJADI GERAKAN

DENGAN INI SAYA AKAN MENGGABUNGKAN KEDUA PRINSIP KINERJA GENERATOR DAN MOTOR LISTRIK…!!! UNTUK MENDAPATKAN SUATU PEMBANGKIT LISTRIK YANG SAYA SANGAT HARAPKAN.

          Dan semata-mata ikut membantu PLN memasok kebutuhan listrik agar dapat sedikit membantu meringankan permasalahan produksi daya yang tidak seimbang antara kebutuhan dan produksi menimbulkan banyak permasalahan diantaranya : (1) pemadaman bergilir, (2) masyarakat pedesaan dan terpencil belum teraliri listrik termasuk wilayah yang masih sangat rawan listrik, (3) daftar antrean pemohonan sambungan baru sangat tinggi, dan (4) permasalahan listrik sangat rentan menjadi permasalahan sosial dan politik. Laju pertumbuhan ekonomi menjadi terhambat akibat produktifitas produksi dan kegiatan ekonomi lainnya akan terhambat. Oleh karena itu, keinginan terbesar saya adalah membuat pembangkit listrik ini, saya tidak ingin menjadi bangsa yang selalu menuntut sesuatu kepada negara ini, karena saya sangat mengetahui bahwa negara ini masih tergolong pada negara berkembang, maka dari itu saya akan senantyasa ikut membantu memberikan sedikit ketrampilan saya pada negara ini. Sebenarnya banyak para teknisi serta insiyur di negara kita ini, tapi mengapa tidak ada karya baru yang muncul…? jikalau negara kita masih berkembang maka ketrampilan lah yang sangat di butuh kan, dan sedangkan jikalau negara kita sudah maju maka perlu di lindungi dan di pertahankan. Dan sekarang yang benar-benar dibutuhkan adalah para Insinyur Enginering sebagai pemimpin.