Ekonomi

http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi

Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Istilah “ekonomi” sendiri berasal dari kataYunani οἶκος (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόμος (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.

Manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi pada dasarnya selalu menghadapi masalah ekonomi. Inti dari masalah ekonomi yang dihadapi manusia adalah kenyataan bahwa kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan manusia jumlahnya terbatas. Beberapa faktor yang mempengaruhi sehingga jumlah kebutuhan seseorang berbeda dengan jumlah kebutuhan orang lain:

  • Faktor Ekonomi
  • Faktor Lingkungan Sosial Budaya
  • Faktor Fisik
  • Faktor Pendidikan

Tindakan Ekonomi

Tindakan ekonomi adalah setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling baik dan paling menguntungkan. misalnya: Ibu memasak dengan kayu bakar karena harga minyak tanah sangat mahal. Tindakan ekonomi terdiri atas dua aspek, yaitu :

  • Tindakan ekonomi Rasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan dan kenyataannya demikian.
  • Tindakan ekonomi Irrasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan namun kenyataannya tidak demikian.

Motif  Ekonomi

Motif ekonomi adalah alasan ataupun tujuan seseorang sehingga seseorang itu melakukan tindakan ekonomi. Motif ekonomi terbagi dalam dua aspek:

  • Motif Intrinsik, disebut sebagai suatu keinginan untuk melakukan tidakan ekonomi atas kemauan sendiri.
  • Motif Ekstrinsik, disebut sebagai suatu keinginan untuk melakukan tidakan ekonomi atas dorongan orang lain.

Pada prakteknya terdapat beberapa macam motif ekonomi:

  • Motif memenuhi kebutuhan
  • Motif memperoleh keuntungan
  • Motif memperoleh penghargaan
  • Motif memperoleh kekuasaan
  • Motif sosial / menolong sesama

Masalah  Ekonomi

http://www.anneahira.com/contoh-masalah-ekonomi.htm

Masalah ekonomi adalah masalah yang lekat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari jual beli, tawar menawar, atau ekspor impor. Namun begitu, tidak semua kalangan bisa mengidentifikasi masalah ekonomi dengan mudah. Mereka umumnya sulit menuliskan, melukiskan, dan mengatakan apa yang sebetulnya telah dicerna pikiran. Berikut ini 10 contoh masalah ekonomi yang paling populer.

1. Kemiskinan

Ya, masalah ini selalu menghantui dari satu pemerintah ke pemerintah lainnya. Masalah kemiskinan tidak akan pernah tuntas dibahas karena akan terus menerus muncul. Dalam banyak buku literatur ekonomi bahkan disebut tujuan penting ilmu ekonomi ialah menghilangakan kemiskinan.

2. Kesejahteraan

Nah, ini lawan kata dari kemiskinan. Masalah ini tergolong populer dalam ekonomi karena pada hakikatnya manusia selalu ingin kaya, makmur, dan banyak uang. Semua itu tertuju pada satu kata : kesejahteraan.

3. Lapangan Pekerjaan

Masalah ini akan selalu krusial diselesaikan karena membengkaknya peminat kerja sedangkan lapangan pekerjaan kian menyempit. Eksesnya, postur ekonomi Indonesia didominasi 80% oleh sektor informal. Mereka umumnya bekerja sebagai pedagang kaki lima, usaha kecil menengah, dst.

4. Harga

Setiap perayaan hari besar keagamaan masalah ekonomi yang satu ini akan selalu muncul ke permukaan. Apalagi kalau menyangkut sembilan bahan pokok (sembako). Masyarakat sensitif sekali dengan masalah harga, apalagi ibu rumah tangga yang suka ngedumel kalau harga-harga sembako membumbung tinggi.

5. Profit

Ilmu ekonomi pasti selalu membahas masalah yang satu ini. Bagaimana kita mampu menaikkan laba dengan sekecil kecilnya modal. Itu adalah prinsip utama ekonomi.

6. Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi pasti akan selalu beragam tiap negara. Sebut saja kapitalisme, sosialisme, mix (campuran), dsb. Namun, sekarang ini dunia disebut sebut memasuki fase non ideologis, dimana corak sistem ekonomi tersebut melebur menjadi satu.

7. Inflasi

Ya, bagi yang bergelut dengan lingkup makro akan terus berkutat dengan masalah yang satu ini. Secara sederhana inflasi bisa diartikan sebagai situasi dimana harga terus menerus mengalami kenaikan.

8. Pertumbuhan Ekonomi

Dari kacamata makro pertumbuhan ekonomu suatu negara mencerminkan menggeliatnya atau menurunnya situasi ekonomi suatu negara. Pertumbuhan ekonomi ini bisa dipandang dari aspek produk domestik bruto (PDB), total ekspor impor, dst.

9. Hutang

Berapa banyak sebuah negara memiliki utang? Bahkan ilmu ekonomi kotemporer mengenal istilah debt trap (perangkap hutang). Sebuah analisis masalah untuk mengetahui apakah negara pengutang tersebut telah terjerat ke dalam perangkap hutang.

10. Ekonomi Politik

Era sekarang ini ilmu ekonomi tidak bisa berdiri sendiri. Masalah ekonomi tidak bisa diselesaikan dengan memakai pandangan tunggal. Sebab itu politik terintegrasi untuk melihat permasalahan secara lebih luas dan dalam.

Kasus Pertumbuhan Ekonomi

http://id.news.yahoo.com/repu/20110208/tbs-faisal-basri-adanya-kesenjangan-pola-02a5cb8.html

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Pengamat Ekonomi, Faisal Basri, menyatakan adanya kesenjangan pola pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Akibatnya, berdampak ke kualitas pertumbuhan ekonomi. “Pertumbuhan non-tradeable itu sekitar 0,93 persen dan tradeable 3,6 persen,” kata Faisal dalam Diskusi Panel Iklim Penanaman Modal Tahun 2011 di Jakarta, Selasa (8/2).

Saat ini, lanjutnya, terjadi penurunan sektor manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Menurut Faisal, penurunan tersebut sangat tajam. “Dari tadinya 26 persen menjadi 24 persen. Ini terkesan percepatan deindustrilisasi,” ungkapnya.

Berdasarkan data BPS, Faisal memperkirakan PDB per sektor untuk tahun 2011, ada yang mengalami kenaikan dan penurunan. Untuk sektor pertanian PDB-nya akan berada di level 3,7 persen di 2011, sedangkan tahun 2010 di level 3,6 persen. Sektor pertambangan justru menurun menjadi 2,3 persen di 2011 dari 3,0 persen di 2010. Sektor manufaktur sendiri bergerak dari 4,3 persen di tahun lalu menjadi 4,7 persen di tahun ini.

Sektor konstruksi akan tetap sama dibandingkan tahun lalu di level 7,5 persen. Total pertumbuhan PDB per sektor di 2011 berada di level 6,6 persen, lebih besar dibandingkan tahun lalu yang di level 6,2 persen. “Growing kita itu rendah dibandingkan Thailand yang tinggi dan Filipina juga,” ujar Faisal.

Di kesempatan yang sama, Direktur Deregulasi Penanaman Modal BKPM, Indra Darmawan, menambahkan, terkait manufaktur, pihaknya hanya bisa berkoordinasi.

Sementara itu, untuk target investasi tahun ini sebesar Rp 240-250 triliun atau naik 15 persen dibandingkan tahun lalu. “Sektor unggulannya yaitu pangan, energi dan infrastruktur,” tutur Indra.

Sepanjang tahun lalu realisasi investasi mencapai Rp 208,5 triliun. Dengan rincian, penanaman modal asing Rp 148 triliun dan penanaman modal dalam negeri Rp 60,5 triliun.